Goa Buniayu & Curug Bibijilan

wisata jabodetabek

Sagaranten, sabtu 11 januari 2014

 

AC mobil dimatikan, jendela dibuka, bintang-bintang di langit terlihat dekat, karena posisi kita di atas maka di sebelah kiri jalan terlihat lampu-lampu di kejauhan mirip seperti bukit bintang yang ada di bandung. yah… salah satu alasan mengapa kita memilih berangkat di waktu malam hari menuju goa Buniayu Sukabumi. 

Buniayu… sesuai namanya… “surga tersembunyi” bagi pencinta goa. Di goa ini selain memiliki celah masuk vertikal ataupun horisontal, ada sungai bawah tanah yang mengalir di dalamnya, berbagai hewan khas penghuni goa, juga banyak jenis bebatuan ornamen goa. yah… berhubung aku dan teman² bukan peneliti goa jadi yang kita tau namanya cuma stalagtit dan stalagmit aja.

DSC_0091b

menempuh waktu perjalanan kurang lebih 5 jam di malam hari menggunakan mobil rental, dengan istirahat 1 kali di warung nasi goreng pinggir jalan, akhirnya kita sampai juga di lokasi pukul 2:30 pagi. perjalanan dihitung dari meeting point di pulogadung, melewati tol jagorawi keluar pintu ciawi, macet²an karena ada perbaikan jembatan, ambil arah kota sukabumi, lalu belok di otista menuju desa baros.

untuk angkoters bisa naik kereta listrik ke stasiun bogor, lanjut jalan kaki ke stasiun paledang, naik kereta pangrango ke stasiun sukabumi, lanjut naik angkot 25 warna hitam ke terminal jubleg, nyambung angkot 47 warna abu² silver gitu bilangnya turun di goa siluman (nama asli goa buniayu yg dikenal warga sekitar).

setibanya di lokasi, tadinya kita ingin tidur di mobil saja karena menurut info by sms seluruh saung sudah di booking oleh rombongan lain. “mau tidur di mobil aja” hha… padahal dari tadi sepanjang perjalanan di tol & sukabumi udah tidur hha.

tetapi karena ada yang ingin pipis, kita pun berjalan kaki dalam kegelapan menuju kamar kecil kira-kira 200meter dari tempat parkir mobil, dan jadi tau kalau ternyata ada aula yg ngga dijaga hha asiiikk kita pun ngintip-ngintip dan melihat situasi… ditambah ada tumpukan bantal & selimut yg menggoda ahaha, jadilah kita bermalam disana.

ada dispenser, huhuhu tuh kaann tau gitu tadi bawa popmi + kopi heu heu. setelah ½ jam ngobrol ngga jelas, ada sms dari pihak pengelola, katanya kl udah sampai tidur aja di aula hha.

eh iya ada yg lucu… si Angga ngga mau pakai selimut, katanya dinginnya masih biasa. lampu dimatikan. jam 4 ada suara aneh… kunyalakan lampu hape, ternyata si angga sedang terduduk kedinginan… “huhuhu dingiiinn… dingiinn…” knapa? katanya ngga dingin? “iyaa… huhuhu… ini mulai dingiinn” mau kuambilin selimut? “iya mau… selimutnya mana…” setelah dapat selimut langsung tidur lagi dia. cepat sekali. mungkin efek lelah membawa kendaraan semalaman.

DSC_0099b

setengah lima azan subuh terdengar, gosok gigi, ganti baju, sholat berjamaah… menunggu waktu. rencananya kita mulai menjelajahi goa pukul 5:30 pagi. tapi kenyataannya si Angga baru bangun jam 6 hadeehh… tapi tidak apa, justru karena menunggu dia bangun, kita bisa menikmati kabut pagi dan berfoto-foto sana-sini.

wisata buniayu memiliki saung-saung kecil yang disewakan untuk menginap, ada juga area camping ground bagi yang suka suasana tenda dan api unggun

sedangkan untuk goa dibagi menjadi 2 tipe yaitu goa minat umum dan goa minat khusus. goa minat khusus juga dibagi 2 yaitu goa landak dan goa kerek. goa kerek ini tadinya terhubung dengan goa minat umum, namun akibat batu yang patah menutupi celahnya sehingga tidak bisa dilewati lagi. celah itu disebut sebagai lubang jarum.

goa² ini terbentuk alami dan sudah ada sejak lama, namun baru ada yang berani menelusuri dan memetakannya pada tahun 2007 oleh seorang perantau asal makasar yang menikah dengan penduduk setempat. orang-orang memanggilnya dengan sebutan daeng. dan beliau sudah meninggal dunia di tahun 2013 lalu.

sebelumnya wisata buniayu dikelola oleh perhutani namun karena terbengkalai akhirnya dibantu oleh pihak swasta dengan nama Unity. ada sekitar 60 warga sekitar yang tergabung untuk menjaga dan menggantungkan hidupnya dari wisata goa ini.

IMG-20140111-00709b

IMG-20140111-00703

ada area playground, outbound utk anak kecil, cocok untuk yang ingin berwisata bersama keluarga

goa minat umum adalah goa horizontal yang memiliki 1 pintu untuk masuk dan keluar, pengunjung hanya dikenakan biaya 25ribu per orang untuk masuk goa ini, goa minat umum cocok bagi yang ingin sekedar santai menikmati pemandangan unik dan sedikit banyak jadi mengetahui keadaan goa yang sangat alami. jalur yang dilewati pun bisa dibilang tidak berbahaya, jadi tidak perlu khawatir bila mengajak anak-anak. namun demikian kesan mistik agak terasa di goa ini yang terkadang ada yang suka bertapa entah dengan tujuan apa.

ckckck. hari giniii… bertapaaa… hha. tetapi untuk bahasan kali ini kita hanya mengulas caving di goa kerek aja yaa. lanjuuutt…

setelah ngobrol-ngobrol sejenak dengan bang iwan dari pihak unity mengenai biaya, asuransi, makan siang, tujuan, dan lain sebagainya, sambil menunggu laporan dari yg bertugas memantau keadaan goa, akhirnya disepakati bersama bahwa kita diizinkan turun pagi ini.

dan ternyataaaa seluruh saung itu kosong, penyewanya batal datang kemarin sore. hha. kemarin hari jumat semua kegiatan caving dibatalkan karena arus sungai bawah tanah yang cukup tinggi dan deras karena pada hari kamisnya hujan turun seharian. beruntung sekali kemarin jumat hanya hujan rintik-rintik jadi jalurnya sudah bisa dilewati.

tas dan barang bawaan lain kita titipkan di ruang ganti, sambil memilih-milih wearpack, helm dan sepatu boot yang sesuai ukuran. diusahakan yang sedang-sedang saja jangan terlalu longgar dan jangan terlalu pas juga, karena kita harus bisa bergerak bebas dan flexible nantinya.

hha bang iwan, ini celana koq pada tambelan semua ya pantatnya? hha… bang iwan cuma senyum-senyum aja… katanya “silahkan dipilih aja yang sebagus-bagusnya”.

setelah semuanya siap dengan kostum pilihan masing-masing kemudian secara bergantian dipasangkan tali pengaman pengikat pinggang dan paha untuk turun nanti.

DSC_0116b

ucha – roman – hardin – ziza – banu – angga

DSC_0118b

laper sih… tapi adanya cuma biscuit aja… yaudah sikat laahh… lagian juga yang namanya banci kamera mah disuruh foto-foto narsis juga langsung lupa lapernya hha alaayy…

di atas ketinggian pohon terlihat beberapa monyet abu-abu lompat kesana kesini. kata bang iwan “monyet itu pagi-pagi biasanya turun gunung, siang hilang, nanti sore kembali lagi”.

ngobrol-ngobrol sudah, peraturan dijelaskan, barang yg ingin dibawa dimasukkan ke dalam kantong plastik agar tidak basah (hape buat foto-foto jangan lupa, dompet kali aja ketemu rumah makan padang di dalam goa, air mineral, roti), eh iya jangan lupa bawa senter karena tidak disewakan disana.

berdoa dimulai. sebelum berangkat, kita kembali ditanya, mau gabung sama rombongan yang lain ngga? ada yang sudah sampai sukabumi katanya… aaaahh nggaaaaa… minimal rombongan kan 5 orang, kita sudah 6, berangkat aja, tidak baik menunda-nunda kan?

padahal karena ngga mau ada orang lain ikutan nampang di foto-foto kita nantinya. hha.

 

IMG-20140111-00716b

kostum naruto

berjalan melewati beberapa rumah penduduk, semak-semak, jalan setapak… tibalah kita di pintu goa minat khusus. hmm… pintu masuknya vertical, kereeeennn…

turun ke bawah melalui tebing sempit berbatu, akhirnya sampai di satu titik dimana kita harus diikat dan diturunkan ke kedalaman goa yang gelap menggunakan seutas tali.

berasa di film-film deh pokoknya. dan pemirsah… petualangan pun dimulai. petualangan kita dipandu oleh bang gareng dari pihak unity.

DSC_0110bDSC_0126cDSC_0130cDSC_0141c

di dunia ini hanya ada beberapa goa yang memiliki jalan masuk vertical, buniayu salah satu diantaranya.

IMG-20140111-00735b

setelah kumpul di dasar goa, dan melepaskan tali pengaman, kita pun melanjutkan perjalanan menurun, senter-senter menjadi sumber cahaya satu-satunya di dalam sana. tanpa senter woooww luar biasa gelapnya.

goa minat khusus ini memiliki kedalaman 18 meter vertical dan jarak 3km horizontal hingga pintu keluarnya. namun jangan khawatir, udaranya sangat segar, dan 3km itu dijamin tidak berasa jauh karena hmmm wow… woooww… wow aja deh, cuma bisa wow pokoknya.

bang gareng kadang memberikan penjelasan mengenai stalagtit, dan stalagmit. pokoknya inget aja yaa yang menggantung itu pasti namanya tit hha gitu katanya. koplak.

ada stalagtit yang terus meneteskan air, dan menurut penelitian ilmuwan perancis yang pernah meneliti goa ini disimpulkan bahwa air dari luar sana memakan waktu kurang lebih 1 tahun untuk sampai di bawah sini melalui stalagtit, jadi air yang menetes di stalagtit ini berasal dari hujan tahun lalu. wow.

dan air ini katanya bisa bikin awet muda, tanpa dikomando pada buru-buru deh tuh pada cuci muka pake tuh air hha… bang gareng pun melanjutkan perkataannya… bila kita cuci muka pake air ini maka muka kita berubah… menjadi basah. ahahahaha.

ada pepatah yang bilang: air yang menetes secara terus menerus dapat melubangi batu, sepertinya tidak semua berlaku seperti itu. air yang menetes dari stalagtit tadi mengandung kapur yang malah membuat batu dibawahnya menjadi tumbuh membentuk stalagmit. stalagtit & stalagmit yang sudah menyatu dinamakan pilar. stalagtit dan stalagmit rata² tumbuh 1cm per tahun.

DSC_0151cDSC_0162c

DSC_0171c

stalagtit di atas kepala ini bila dipukul perlahan bisa bersuara dengan nada yang berbeda masing²nya… yap… seperti gamelan

 

bang gareng, ini kan disini ngga ada sinyal, ngga ada hate pula, andai kita knapa2 gimana? oooohh tenang aja, kan ada rombongan berikutnya, lagian juga kalau 8 jam kita ngga keluar dari goa pasti dikirimin tim resque.

selain itu juga kalau diluar hujan lebat dan lama, kita pasti langsung disusul dan dipandu untuk cepat keluar dari sini. oooohh.

suara gemericik air dari sayup-sayup lama-lama semakin jelas, tibalah kita di aliran sungai bawah tanah. di dinding goa terlihat garis berbusa setinggi telinga. ini nih… bekas banjir kemarin. airnya pasti deras.

DSC_0173cDSC_0175c

DSC_0207c

akhirnya basah jugaa

DSC_0185c

nyangkut ngga yaaa? xixixixi

DSC_0210c

hmmm tadinya kita pikir didalam goa yang dilihat itu-itu aja, tapi ternyata jauh lebih dari apa yang kita bayangkan. bermacam-macam batuan besar dan kecil yang tumbuh alami selama puluhan bahkan ratusan tahun, ada juga yang memiliki nada seperti angklung bila dipukul perlahan, air terjun mini, jangkrik yang ada disini sepertinya buta, mudah ditangkap namun memiliki kaki dan antena yang sangat panjang.

ada satu lokasi yang banyak kelelawarnya dan sssstttttt jangan berisik yaaa hhi nanti bangun kelelawarnya.

jalan yang dilalui pun bermacam-macam, ada yang bisa dilalui dengan santai dan bercanda, namun ada juga yang harus serius dan penuh hati-hati, bila terpeleset bisa masuk ke dalam jurang, bahkan di tepi jurang itu kita harus berjalan jongkok, memeluk batu, atau bahkan membelakangi dinding.

luar biasa… untung ada pemandu, kalau tidak ada pastinya tempat ini cocok banget untuk mengetest teman atau kekasih. teman sejati tak akan meninggalkan temannya apapun yang terjadi. kebersamaan, saling melindungi, itu makna perjalanan ini.

di lokasi yang agak lapang, kita menyempatkan diri untuk beristirahat sejenak, duduk-duduk sambil ngobrol-ngobrol ringan, tak lupa minum, makan permen dan roti seadanya.

DSC_0215c

kemudian selama 2 menit kita diminta untuk mematikan lampu senter masing-masing. jangan berjauh2an yaaaa… berpegangan tangan supaya yang takut juga bisa ikutan.

tadinya aku berdiri di depan teman2, ketika lampu dimatikan aku berjalan perlahan hingga ada di belakang mereka, posisi sudah siap berdiri utk mengagetkan ketika lampu nanti dinyalakan. namun apa yang terjadi? seakan2 ada yang membawaku menjauh… suara teman2 perlahan mengecil… hingga akhirnya hilang, waaaahh sungguh mengerikann, akhirnya membaringkan diri saja sambil berdoa… dan suara teman2 pun perlahan mulai terdengar dan jelas kembali. syukurlah…

setelah itu kita juga diminta untuk tidak bersuara. yah, tambah merinding deh, mau ngedeketin temen2 tapi ni dengkul rasanya gemeteran udah ngga kuat berdiri.

katanya sih sesi ini judulnya menikmati suasana kegelapan abadi. gelap yang melebihi malam. hanya terdengar suara gemericik air. kl ada yang (maaf) kentut pasti suaranya kedengeran deh hha…

hadeeehh masih bisa ngelucu di blog, padahal waktu di lokasi ini aku sama sekali gagal ngelucu.

setelah lampu dinyalakan… “din? ngapain tiduran disitu?” ahahaha aku senyum2 aja… gapapa kq… lagi menikmati ajaaa hha… sebenernya pengen cerita, tapi nanti aja deh kl udah di luar, selepas dari tempat itu akupun berjalan paling belakang dan berpamitan dengan berbisik “salam kenal yaaa”.

DSC_0218cDSC_0238cDSC_0241c

perjalanan pun dilanjutkan. terlihat sebuah lubang di bawah, seluruh air dalam sungai mengalir jatuh ke dalam lubang itu, entah kemana, mungkin membentuk goa baru.

tak terasa sisa perjalanan tinggal sedikit lagi, kurang lebih 500 meter ke depan, mungkin menjadi tak terasa karena kita selalu bercanda selama perjalanan tadi. tapiiii… dijamin… jarak yg tersisa pasti terasa hha.

utk teman² yang belum pernah ke goa ini, disarankan membawa roti / makanan yang cukup, dan dimakan saat berhenti di tempat yg gelap-gelapan tadi, karenaa waaaahh sisa perjalanan yg tinggal sedikit ini justru yang paling berat dan menguras tenaga, apalagi kalau kita sambil ketawa-ketiwi hha dijamin lemasss.

DSC_0220c

lubang yang menelan seluruh air sungai bawah tanah 

berbagai macam tebing dan jurang kita lewati, menanjak, menurun, dengan bebatuan yang lumayan licin, berpegangan tangan, tunggu-tungguan, ya kadang ditinggal juga hha aku dan angga yang paling sering ditinggal, yang aku takut bukan masalah ditinggal di goa… tapi sungguh terasa sangat menyedihkan kalau ditinggal foto-foto bersama ketika teman2 menemukan lokasi yang bagus di depan sana. ahahaha.

bang gareng sebagai pemandu jalannya cepat sekali, disusul dengan ucha dan pacarnya, sepertinya foto2 isinya mereka berdua semua.. hha buat foto prawed kali yaaa.

setelah itu ada si banu, aziza menyusul dibelakangnya. si aziza tiap kali mau aku tolongin ngga pernah mau, katanya sama yang lain aja, kl sama masadin bingung mau pegang apanya hha katanya badanku kecil sekali haha wkwk.

ya sudahlah aku dan angga dibelakang saja, membuat teman2 merasa aman karena tidak takut ditinggalkan.

ada beberapa track yang rasanya memang sangat sulit bila berjuang sendirian, harus ada tangan2 yang membantu. di beberapa titik dinding pun ada yang sudah sengaja dipasang tali pengaman karena memang tidak bisa berpegangan apa-apa kecuali tali itu. jangan lupa kenakan helm dengan benar utk safety yaa.

DSC_0224c

antri… sambil kasih semangat

DSC_0227c

berpegang pada tali pengaman di dinding goa

DSC_0236cDSC_0242cDSC_0244cDSC_0246cDSC_0247c 

DSC_0250c

eh iyaa… sungai bawah tanahnya kan udah lewat, ayo keluarin air yg ada di dalam sepatuu xixixi

DSC_0252c

memanjat

DSC_0255c

DSC_0256c

melewati tebing, saling bantu, saling menjaga, membelakangi dinding

DSC_0261cDSC_0264c

DSC_0268c

cantik ya?

DSC_0265c

lanjut perjalanan, ada aliran air bening…

dan ternyata… banyak shower alaminya… airnya segaaarrr… mandi yuuu

 

DSC_0274cDSC_0279c

DSC_0282c

ngga mau pulaaaangg

DSC_0288c

gaya cicak. hha

 

DSC_0291cDSC_0292cDSC_0296cDSC_0298cDSC_0299cDSC_0305cDSC_0310cDSC_0311cDSC_0312c        

jreng jreeenggg… cukup sudah senang-senang dan foto narsisnya. sekarang memasuki babak penyiksaan.

bang gareng memberikan perintah utk menyimpan hape, tdk boleh foto-foto lagi karena memasuki daerah penuh lumpur. yah sebenarnya sih bukan tidak boleh, tapi memang dijamin tidak bisa. karena seluruh badan kita pastinya akan penuh lumpur. heu heu.

mulailah kita menerjang jalan penuh lumpur, tadinya kirain cuma becek-becek aja, ternyataa waaahh lumpurnya selutut hha, jleb, jleb, jleb, eh eh tolongin dooong… ini kakinya ngga bisa keluar… tarik yang kuaaaatttt… eeeehh kakinya doang yang keluar, sepatunya tertinggal di dalam lumpur haha… gali gali yang dalam, cari sepatunya, hmm… setelah berkali-kali seperti itu akhirnya kita putuskan untuk berjalan dengan menenteng sepatu boot.

huft huft… celana pun melorot, bagian bawahnya terinjak-injak, lubang di celana bagian pantatpun semakin melebar hha… terjawab sudah kenapa celana banyak tambalannya,

sudah jauh kita berjalan, pemandu berkata “ya, kita sudah sampai di jalan buntu, waktunya kembali beberapa meter” iiiiiihhhhssss aaaarrrggghhh dikerjaiiiiinnn!!!

mulai terasa lelahnya, membaringkan diri sejenak di lumpur, sambil mengusap dahi karena berkeringat. what? mengusap dahi? hha muka pun belepotan lumpur, ya anggap aja maskeran.

lanjut perjalanan. ngga salah nih lewat sini? kirain ini dinding goa, ternyata kita disuruh naik ke atas. hadeeehh… sepatu boot pun dipakai lagi, karena mustahil melewati ini tanpa sepatu.

jalanan mendaki, berlumpur, licin, dan kita harus saling tolong menolong, mau tarik tangannya ngga mungkin karena licin, ya mau ngga mau tarik baju atau celana, sreeeetttt… hhahha udah tau kan itu suara apaaa? hha wkwkwk…

banyak ketawa pastinya bikin badan makin lemas… aziza kl mau istirahat gapapa istirahat aja, kita santai koq ngga usah buru², dia pun langsung berhenti dgn posisi berdiri memeluk batu. za kq berhenti? iya kan katanya boleh istirahat. ahahahaha rupanya dia beneran ngga kuat hha… duduk aja kaliiii… sini duduk disini hha kasian amat.

di sini sama sekali tidak ada dokumentasinya, tangan belepotan lumpur semua jadi ngga mungkin bisa pegang hape. jam tangan dan kacamata pun udah ngga jelas bentuk aslinya. pantas aja kalau dicari di google tentang goa buniayu semua foto-foto petualang yang pernah kesana pasti fotonya senang semua haha ternyata di bagian penyiksaannya tidak bisa narsis euy.

terus berjalan… terus mendaki… ada tangga kayu… akhirnya… kita menemukan sumber cahaya hadeeehhh… Alhamdulillaaah \(^o^)/ bisa keluaaarr ahyeee.

DSC_0327cDSC_0329c

duduk-duduk dulu sebentar sambil ngetawain hal-hal yang udah kita lalui bersama selama 5 jam di dalam goa, kita pun kini berada di desa sebelah, 3km jaraknya dari pintu masuk goa. berjalan kaki beberapa ratus meter lagi menghampiri mobil pickup yang sudah siap menjemput kita di pinggir jalan. pickup mengantar kita ke air terjun curug bibijilan untuk melepas lelah.

sepanjang perjalanan banyak orang pribumi dengan senyum tawa dan bicara dengan bahasa sunda. kata temanku mereka bilang “masa kecil kurang bahagia” ahahaha.

DSC_0337c

jangan tanya kenapa, kalo ditanya yang ada kita cuma bisa ketawa sama pengen peluuukk hha. sini peluk sini yuuu… mending kamu baca aja beberapa paragraf di atas kenapa kita bisa begini wkwkwk

DSC_0354c

DSC_0358c

sampai di wanawisata curug bibijilan. naaahh disini ada tempat sampah, buang sampah bungkus makanan & minuman pada tempatnya yaa, jangan tinggalkan di dalam goa 🙂

hmm… mau turun ke dasar air terjun tapi badan sepertinya sudah rontok semua, jadinya kita bersih-bersih lumpurnya di atas air terjun aja deh… woww mantaabb.

curug bibijilan masuk ke daftar 16 curug terkeren di jawa barat. agak nyesel juga sih ngga sempat explore. kapan lagi ya bisa ke sini? curugnya bikin kangeeeen… uuuwwwhhh…

DSC_0363cDSC_0366cDSC_0367cDSC_0370cDSC_0372c

puas sudah wisata goa dan air terjunnya, sangat tak terlupakan, lebih dari sekedar pemandangan yang ada di google…

makan siang, mandi, sholat zuhur, lalu bersiap kembali ke Jakarta. terimakasih Tuhan, terimakasih para penduduk dan pihak Unity, dan teman² petualang yang tetap menjaga kebersihan, keindahan dan kelestarian alam di goa Buniayu.

Hardin

Penulis

Iklan

6 Komentar (+add yours?)

  1. tantanrisyana
    Jan 26, 2014 @ 16:52:18

    Mantap….keren habis… semoga selalu dilindungi dalam seluruh petualangan mu tip.jangan lupa kl udah banyak buat buku ya…. 🙂

    Balas

  2. Hypotalamus
    Jul 30, 2014 @ 15:14:07

    Kapan acara kesana lagi? Kalo bawa kendaraan sendiri turun dimana ya? Ada jeramnya juga?

    Balas

  3. hardin
    Agu 01, 2014 @ 22:19:58

    belum ada rencana, nunggu ada yg ajak aja, soalny kalau sendirian kan ngga seru ^_^ september ada kemungkinan mau arung jeram di riamjeram / arusliar / cherokee tapi lum pasti.

    kalau bawa kendaraan sendiri dari kota sukabumi ambil yg kearah baros. kalau naik umum kurang tau, tapi ada angkot suzuki carry gitu warnanya hitam.

    disana ada lubang vertical, ngetrack, sungai, air terjun, jurang, merayap, lumpur, panjat dinding, cara ngurusin badan sambil ketawa-ketiwi, hhe… kl jeram ngga ada, tapi air terjun curug bibijilannya lumayan ok koq kalau mau turun ke bawah.

    Balas

  4. gulaliface
    Des 06, 2014 @ 11:38:45

    kalo bayar masuk yg goa kerek (udah pemandu) per orang brapa ya? terus sewa perlengkapannya berapa? lampu kepala bawa sendiri kan? makasih… foto2nya komplitttt banget n bagus2!! 🙂 keren

    Balas

    • hardin
      Des 08, 2014 @ 08:18:31

      thn 2013 75ribu, thn 2014 kemarin per orangnya 100ribu sudah masuk + pemandu + baju + helm + sepatu boots, iya headlamps bawa sendiri. untuk tahun 2015 besok belum tau tapi kemungkinan naik 25ribu lagi. jangan lupa untuk bawa drypack / kantong plastik yg rapat untuk bawa handphone / kamera. sekedar saran lebih baik kamera (jgn yg touchscreen) kalau mau foto² di bagian lumpur soalnya tangan pasti kotor semua hhe.

      Balas

  5. Trackback: 12 curug terindah di jawa barat | Wisata Jabodetabek + Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: