melawan gravitasi di Upside Down World alam sutera

wije, 2017-07-31

hahay… pernah kebayang ngga? kalau pagi² bangun tidur, tiba² tubuh kita terasa ringan, bisa terbang² begituuu… mirip di adegan film² luar angkasa… hho hho asiknya.

upside down world alam sutera tangerang 1

ngga usah dibayangin gaess… langsung aja meluncur ke alam sutera tangerang yaa… amazing!! harga tiketya cuma rp 70rb utk dewasa & 35rb utk anak².

wkwkwkwk di ruko 3 lantai ini ada 13 ruangan yang unik yang ngga mungkin ada di rumah kita, xixixi. pokoknya bikin kita yg narsis² ini jadi betah ngga mau pulang gaess.

upside down world alam sutera tangerang 5

ketika superman & wonderwoman ada di dapur

eh iya, jangan takut mati gaya, mba² yg manis & mas² yang ganteng siap bertugas mengarahkan posisi kita, pokoknya kita ditemani berkeliling dari ruangan ke ruangan, tinggal bergaya aja. hho. hmm… kayanya sepi ya kalau cuma berdua? hmm… ajak mba & masnya aaahh

upside down world alam sutera tangerang 6

asik kan? eh iyaa.. setelah nyobain semua ruangannya, jangan langsung pulaaang, foto² lagi lah yaa sampai puas, kan tutupnya jam 10 malam hha. kalau mau lebih puas cobain deh datang di hari biasa aja, jadi ngga terlalu antri, dan jadi berasa di rumah sendiri. bahasa betawinya: “feels like home”

tempat ini cocok juga untuk yg mau foto² prewed atau perpisahan sekolah murah meriah, tinggal bawa kostum aja, mushola & kmr kecil ada.

setiap bulannya upside down world alam sutera ini mengadakan kontes foto berhadiah uang tunai gaess… jadi jangan malu² utk narsis yaa.. foto sekeren²nya dan upload ke instagramnya deh, siapa tau menang dan foto kamu dipajang hhe.

petugasnya ramah² sekali, tapi kita dilarang memberikan uang tips langsung ke petugas, kalau kita mau memberikan tips disediakan kotak di lantai 3 ya gaess…

 

eh iyaaa… lihat videonya yuuukkss hhihhi

 

adin anaphalis

wisata jabodetabek

menikmati sunset di Marbella Hotel Anyer

WisataJabodetabek, 2016-08-21

Hotel Marbella… bintang 5… wow… nuansa klasik… wow… pelayanan ramah… wow… dan yang paling wownyaa pemandangan di teras kamar bisa lihat sunrise dari balik gunung dan juga sunset di ujung laut, wooaaaaoooowww…

Tidak semua kamar bisa melihat sunrise dan sunset seperti ini loooh yuhuuu… jangan salah pilih kamaaarrr.

Eh iyaa… sebelumnya.. terimakasih banyak untuk rekan² departement IT di PT. Enseval Putera Megatrading, yg udah mengajak kami untuk bergabung di acara gathering IT 2016 ini.

marbella_04

kunci pintu (kartu gesek)

Kebetulan banget kebagian kamar yang wah di menara sadewa lantai 7, kamar 7735, lengkap dengan pemandangan yang wah juga di terasnya. Cuma untuk dua orang, tempat tidur ukuran double, ruang keluarga ada tv dan sofanya, sofanya model sofa bed jadi bisa diubah menjadi tempat tidur juga, dapur dan lemari es. kamar mandinya… ada shower dan bathub, asik banget deh berendam air hangat sampai sejam hha. Tapi tetep ajaaa… tengah malam ajak teman² dari kamar lain untuk kumpul disini main domino hha. Liburan masa boboo?? 😀

Semua furniture mulai dari tempat tidur, meja rias, lemari, meja tv, meja ruang santai, lampu, semuanya mengusung konsep klasik, bahkan televisi tabung pun dipertahankan tetap ada, tapi channelnya HBO hho. Kayu jati, lampu redup, membuat kesan hangat… ditambah teras yg asik… bikin kita betah ngga mau pulang dan ngga mau keluar dari kamar… apalagi yang bulan madu… aih aih…

Keluar dari pintu belakang Hotel langsung ada pantainyaaa cihuuuyyy… eh iya tapi bukan private beach yaa, jadi buang jauh² khayalan jalan² di pantai yang sepi ahaha. Pantainya gimana yaa… ramaiii… bangeeettt… pagi siang sore malam ramaaaaiii… apa aja ada deh.

Main² air pakai selancar mini, perahu donat, jumpalitan di banana, kebut²an naik jetski, susuri pantai naik motor roda 4, terbang pakai paraseling juga ada. Asik kan?

Ngga cuma itu, ngga perlu takut kelaparan di pantai ini, dari pagi buta juga udah banyak yang jual gorengan, nasi uduk, kelapa muda. berbagai macam hasil laut seperti cumi², udang, kepiting dan ikan asin pun banyak pedagang kelilingnya daaann harganya omg murah meriah dan masih bisa ditawar. Yg mau beli emping juga ada. Baju², kain, topi, celana, kerajinan tangan yg terbuat dari kerang juga banyak.

Marbella? Plus minus laaahhh

marbella_09

foto bersama jam 11 malam seusai training NPL

 

eh iyaa, sebelum memutuskan booking, lihat videonya dulu yuks.. supaya ngga kaget atau kecewa nantinya

naik angkot ke Danau (telaga) Biru Cisoka, wisata alam gratis di tangerang

wisatajabodetabek, kamis, 26 Mei 2016

danau_biru_cisoka_tangerang_01

ada 3 telaga di sini, ini yang paling atas

“ini di tangerang”

jlebb!!! setelah dengar jawaban itu teman² langsung diam, sia-sia lah usaha ngumpulin gambarnya di internet. Semua langsung ngga mau ikut kesana, ditanya kenapa, jawabannya sama.

aaahh mana ada tempat keren begitu di tangerang hha, itu hoax, itu editaaann, nanti jauh² kesana nyesel yang ada.

begitulah… heu heu… underestimate.

Tapi karena penasaran, yaudah ajak adek aja kesana naik kereta listrik. Dan… wowww ternyata asli yuhuuu

danau yg paling bawah, warnanya bisa berubah².

Ada 3 danau berdampingan yang berwarna biru dan biru kehijauan, semuanya berawal dari pertambangan pasir yang sudah tidak dipakai, lalu terisi air hujan.

Danau yang paling dekat warnanya sering berubah² tergantung kondisi cuaca, ya normalnya biru, tapi bila sehabis hujan akan berubah menjadi hijau atau bahkan agak keruh karenaaa… bukan karena ada unsur gasnya, tetapi karena posisinya terbuka, sehingga bila hujan deras tanah dari jalan raya akan terbawa ke sana.

Tempatnya asik, ramai dikunjungi pada sore hari, dan lebih ramai lagi setiap weekend atau hari libur.

heu heu… sayang banget kamera hapenya ngga fokus… hmm…

danau_biru_cisoka_tangerang_07

danau_biru_cisoka_tangerang_08

keren lah buat dipajang di instagram

img_20160526_135311

kemana-mana bawa hot wheels kesayangan

Warung makanan pun sudah banyak di atas (pinggir jalan raya), namun kesadaran akan kebersihan masih sangat kurang, ditambah lagi minimnya fasilitas tempat sampah bahkan di warung pun kita bingung mau buang bungkus popminya dimana.

danau_biru_cisoka_tangerang_09

ibu di warung ini ramah banget, ngomongnya agak² sunda, udah gitu anak gadisnya cantik sekaliii 🙂 hhe

danau_biru_cisoka_tangerang_10

warung yang ada tulisan cetak foto kilat itu… ibu warungnya jual ketoprak loohh… buat yg ngga kenyang makan popmi silahkan ketopraknya kakaa

Kamar kecil ?? hahaha.. adaaa!!! tapi di seberang jalan, di rumah penduduk ada yang menyediakan kamar kecil 🙂

————————————

Rute menuju ke danau (telaga) biru cisoka menggunakan (naik) angkutan umum dari jakarta:

Naik kereta listrik jurusan Tanah Abang – Maja, turun di stasiun Tigaraksa.

Keluar stasiun, jalan ke arah kiri, ketemu palang pintu kereta ke kanan, di seberang indomaret ada pangkalan angkot, naik angkot deh. Angkotnya cuma 1 macam koq, ngga ada nomornya, jurusan adiyasa – balaraja.

Naik angkot bilangnya turun di SMA Negeri 8 Danau Biru, bayar 6ribu rupiah.

Lanjut jalan kaki santai 20 menit… petunjuk jalan kakinya lihat foto di bawah yaa

angkotnya warna hijau tosca kombinasi putih, turunnya di sini (gang SMA 8 danau biru) yg ada tukang fotokopi & ojeknya. Nyeberang masuk gang. jalan kaki dimulai.

tekan tombol kiri mouse kamu, sambil geser kiri kanan atas bawah untuk melihat view 360derajat yaa

ngga seberapa lama, ketemu jalan conblok di kiri (gambar bawah), masuk aja lewatin masjid, tembusnya ya jalan ini juga tapi lumayan banget motong jalan ngga harus muter jauh. Setelah tembus, ikutin jalan itu lagi (ambil yg lurus, jangan ke kanan)… lewatin SMA 8… teruuuss…

Setelah lewat SMA 8 terus aja sampai ketemu pertigaan, ambil yang kanan deh, diatas gang ada spanduk tulisan selamat datang di danau biru. Dari sini masih 10 menit lagi, tapi asik bisa lihat sawah, kerbau, dan tambang pasir yg masih aktif.

ok, semoga bermanfaat

jangan lupa main ke tangerang yaaa

bonus:

foto makanan di depan stasiun tigaraksa, banyak makanannyaaa, murah meriah. kereta terakhir menuju jakarta adalah pukul 20:30 jadiiiiii masih banyak waktu untuk nyobain semua jajanannya, ya ampuuun ooowwhh…

danau_biru_cisoka_tangerang_14

lihat videonya yukss…

12 curug terindah di jawa barat

12… ehh… 19 deh…

Ternyata banyak juga yaa air terjun di jawa barat yg tidak terlalu jauh dari Jakarta, inilah 19 diantaranya yang ter”oke” berdasarkan penilaian penulis pribadi. hmm… langsung aja yaa… 🙂

19. curug sawer – sukabumi

komplit. curug.. danau… hutan pinus… benar² komplit.

foto orang dari belakang dengan pemandangan

sumber foto

18. leuwi hejo & curug barong – Bogor

tosca. beneran tosca. tapi saat mulai hujan sebaiknya buru² udahan yaa… karena air akan berubah menjadi coklat, deras dan berbahaya.

leuwi hejo 40

sumber foto

17. curug cipurut – Purwakarta

curugnya sih biasa aja, tapi dinginnya luar biasa, dan pemandangan di curugnya benar² alami.

curug_terindah_di_jawa_barat_cipurut

sumber foto

16. curug ciherang – Bogor

ciherang itu.. curug yang ada rumah pohonnya, bening dan dingin airnya. nyesel deh kalo jauh² kesana tapi ngga berenang.

curug_ciherang_01

sumber foto

15. putri kencana – Bogor

1 tiket dapat 5 curug. ajib.

IMG_20151128_152955

sumber foto

14. curug sawung (curug nangka) – Bogor

di curug nangka ada beberapa curug, nah ini salah satunya.

curug_terindah_di_jawa_barat_sawung

sumber foto

13. curug ciampea – bogor

keren kan? bening kan? dinginnya… jangan ditanya… wiiihh…

curug_ciampea_instagram

sumber foto

12. curug cilember – Bogor

disebut juga curug 7, yapp.. curugnya ada 7.

curug_terindah_di_jawa_barat_cilember

sumber foto

11. air terjun panas – (perbatasan Bogor / Sukabumi / Cianjur)

jalan kakinya 4 jam gaess… capenya bakalan ilang setelah kita berendam di kolam air panasnya. asek asek.

Camera 360

sumber foto

10. curug bibijilan – Sukabumi

asik nih untuk dipanjat², ngga licin, teksturnya seperti karang / kapur. sumber airnya berasal dari sungai² di goa² bawah tanah yang muncul ke permukaan. bibijilan artinya bermunculan.

curug_terindah_di_jawa_barat_di_jawa_barat_bibijilan

sumber foto atau curug bibijilan goa buniayu

9. curug cimahi – Bandung

disebut juga curug pelangi, karena kalau malam ada lampu warna-warninya.

curug_terindah_di_jawa_barat_cimahi

sumber foto

8. curug lalay & pengantin + greencanyon – (perbatasan Karawang / Bogor)

susuri sungainya… banyak curug yang didapat.

next_trip_green_canyon

7. curug kembar – Sukabumi

tapi curug ini belum dibuka untuk umum oleh TNGP… jadinya… masih rahasia. menuju kesana kita harus menuruni tebing berpegangan pada ranting² pohon.

curug_terindah_di_jawa_barat_kembar_sukabumi

sumber foto

6. air terjun cibereum – (Cianjur / Bogor / Sukabumi)

nikmati udara pegunungan sampai ke curugnya, jalan kakinya 1 jam santai, trek bagus dan mudah.

curug_terindah_di_jawa_barat_di_jawa_barat_cibereum

sumber foto

5. curug hordeng & curug kembar – Bogor

mobil agak susah, kesini harus naik motor gaess… tapi luar biasa keren…

curug_hordeng_04

sumber foto

4. curug bidadari – Bogor

curugnya udah kelihatan dari parkiran mobil, jadi bisa ajak kakek nenek deh…

bidadari_04

sumber foto

3. curug malela – Bandung

siapkan perbekalan yang cukup yaa, pasti lapar kalau jalan kesana.

curug_terindah_di_jawa_barat_malela

sumber foto

2. curug luhur – Bogor

tempatnya agak berantakan, tiket mahal, banyak warung, tapi curugnya bagus. banget.

curug_terindah_di_jawa_barat_luhur

sumber foto

1. curug cikaso – Sukabumi

bisa jalan kaki susuri sawah, bisa juga naik perahu di sungai yg warnanya tosca. keren banget deh.

cikaso_04

sumber foto

 

… 19 pun sepertinya masih kurang… masih banyak lagi air terjun cantik terutama di kaki gunung salak yang masuk wilayah administrasi banten, semisal curug cihear dsb, dan juga curug² yang ada di cianjur misal curug cikondang yang ada di tengah sawah atau curug citambur yang suaranya menggetarkan jantung. Penulis belum berkesempatan berkunjung kesana karena keterbatasan akomodasi.

Sawarna.. desa tersembunyi dengan sejuta pesona

wisata jabodetabek, 30 mei 2015

kita belum mandi dan gosok gigi…

kita sudah di air…

dengan segelas kopi

memandang lautan… lepas…

-anak pantai – imanez-

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Desa sawarna, desa wisata tersembunyi yang ternyata waaaahh. Cocok banget untuk liburan musim panas. Ada banyak tujuan di desa ini bertema hutan, goa dan pantai. Tapi karena jatah libur yang terbatas, ditambah uang di dompet cuma 150ribu, itupun ngumpulin selama 3 bulan (curhat mode on), tapi tetep maksa ke sawarna, jadilah… puas²in main di pantai ciantir (pasir putih) dan pantai tanjung layar.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

peta wisata desa sawarna

Kumpulin 8 orang dengan dompet yang sama, jadi banyak juga kan uangnya yeee… cukuplah untuk sewa mobil, pertamax, tol, retribusi jalan, parkir, makan, jajan, foto²… ngga pakai nginep tapi yaaaah seneng ajalah pokoknya.

Mobil diparkir, langsung jalan kaki menyeberangi sungai, jembatannya goyang-goyang hohoho. Selamat datang di wisata pantai desa sawarnaaa. Yang mau belanja silahkan belanja dulu, di dekat jembatan ada indomaret, praktis. Eh iya, hati-hati menyeberang jembatannya yaa, sebisa mungkin jangan pegangan sama kawat jembatan karena banyak yang sudah berkarat.

01_welcome_02

Di seberang sungai barulah kita membayar tiket masuk 5ribu / orang. idiiiiihh murah amat… tiketnya jangan sampai hilang yaaa terutama bagi yang menginap, siapa tau mau bolak-balik ke depan jadi tidak perlu bayar lagi. Di sebelah pos tiket ada parkiran khusus roda dua, motor bisa dititip di sini atau bisa dibawa juga sampai ke pantai atau penginapan.

01_welcome_03

Tujuan pertama kita adalah pantai ciantir atau sekarang sudah diganti namanya menjadi pantai pasir putih, kita berjalan kaki kurang lebih 400meter menuju ke sana melalui rumah² penduduk yang tertata rapih, sebagian besar sudah disulap menjadi penginapan dengan aneka variasi pilihan. Ada yang murah, agak mahal, AC non AC, + makan, tembok, bilik bambu, ada parkiran motor, dll, tinggal dipilih sesuai kebutuhan dan budgetnya. Yang mau menginap tapi tak ada budget bisa juga membawa tenda atau menginap di saung pinggir pantai, gratis.

Ciantir

Kayanya baru beberapa langkah kok tau-tau sudah sampai pantai ya? hihihi ngga terasa jalan kakinya. Menjelang masuk ke pantai, ada beberapa kios cinderamata, yang ngga bawa celana untuk berenang atau kaos untuk ganti bisa beli di sini, kain-kainan, topi dan daster juga banyak.

Hmmm… pilih saung untuk tidur-tiduran dulu yaaa… sekalian es kelapanya kakaa… nyesssss. Di pantai ciantir ini terdapat puluhan warung makanan, masing-masing warung umumnya memiliki 2 saung ukuran 2,5x3m, tempat duduk & meja untuk berjemur, dan juga kamar mandi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

01_welcome_04

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Warung² di sini semuanya berbaris rapih kurang lebih 40m dari bibir pantai, padahal di sini ngga ada satpol PP nya looohhh. Jadinya pantainya benar² luaaaassss, dan bersiiiiiiiihhh tentunya. Mau jungkir balik, lari-lari, main voley, bisa.

01_welcome_12

mushola

Saung gratis, kamar mandi 4ribu, makanan dan minuman termasuk murah meriah.

01_welcome_07

Panjang pesisir pantai pasir putih ini kira² 1000m lebih, sejauh mata memandang… pasir. Bila kita memandang ke arah kanan, ada sebuah pulau kecil terpisah di ujungnya, pecahan ombak yang terkena angin terlihat seperti kabut di kejauhan. Duduklah di tengah, agak mendekat ke air, rasakan suara gemuruh ombaknya, seperti suara geluduk sebelum hujan, suaranya menggetarkan jantung. Ombak di pantai ini rata-rata 4-5m tingginya, dan menggulung-gulung, yang suka berselancar pasti suka deh. Tapi yang kurang jago berenang jangan berenang yaaa…

02_ciantir_01

02_ciantir_02

serasa pantai milik pribadi, private bangeeett uuuwwhh

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

kebanyakan nonton naruto

02_ciantir_05

02_ciantir_04

yoga gaya cingcorang

02_ciantir_0602_ciantir_07

Berjalan, bercanda-canda, berlari menyusuri pantai, ciprat-cipratan, gimbalin rambut, puaaaaassss. Pasir keringnya terasa sangat panas di kaki, jadi kalau mau lari-larian pilih pasirnya yang dekat air aja supaya ngga kepanasan.

01_welcome_11

Ada beberapa orang di sawarna dengan pakaian seperti ini, pengen tebak-tebak tapi lupa apa yaaa namanya, dan ternyata benar, bapak ini jalan kaki dari baduy dalam. Awalnya bapak ini hanya duduk-duduk saja dan sekali-sekali berdiri, mendekat malu-malu tanpa berbicara apapun. Setelah ditanya dan diajak senyum barulah dia mengeluarkan botol berisi madu hutan dari tas rajutnya. Bahasanya santun dengan nada pelan dan lembut, tapi tetep aku ngga ngertiiii haha, tapi kalau tawar-tawaran harga ngerti laah. Di akhir tawar²an dia tanya “Arek?” apa paak? “Arek?” eh eh arek apaan? arek itu maksudnya jadi kali ya? yaudah arek pak arek… hehe. Ternyata arek itu artinya mau. Kalau ketemu sama bapak ini dibeli yaaa madunya.

01_welcome_10

*sedih banget… kangen ditinggal istri jadi TKW ke luar negeri ngga balik². wkwkwk

Setelah zuhur dan makan siang, lanjut jalan kaki kurang lebih 800m menuju batu layar. Jalan kakinya ada dua pilihan, bisa melalui jalur pejalan kaki / motor, bisa juga menyusuri pantai. Tapi menurut bapak yang menjaga mushola lebih enak lewat pantai, dan benar saja banyak yang bisa dilihat dan dinikmati.

03_jalan_0103_jalan_02

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada air laut yang terjebak membentuk kolam-kolam kecil, di situ ada beberapa orang yang mencari ikan dan kelomang, ada perahu nelayan, ada ayunan waaahh pas banget untuk lihat sunset nanti sore, hmmm seandainya sampai sore… uummmhhh.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

 

 

Tanjung Layar

Taraaaa… ini dia icon wisata sawarna. Belum ke sawarna namanya kalau belum ke tanjung layar ini. hhohho. iiiiihhh apa banget siiiihhh… sampai sini kok langsung pada misah-misah gitu… pada sibuk foto-foto masing-masing heu heu. Itu siapa ya yang taro batu segede gitu di situ? haha. ada 2 batu besar, yang satu agak ramping dan melengkung mirip layar bila dilihat dari sisi samping. Batu ini dilarang dipanjat, berbahaya. Dari jauh ada pengawas yang akan membunyikan peluit bila ketauan ada yang naik-naik. Sebelum melakukan hal-hal yang gila, ingatlah mereka yang pastinya sedih bila terjadi sesuatu pada kita, terutama keluarga. Be careful and be wise… always.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA04_tl_06 

04_tl_07

angga – ari – toni – firman – mia – ridho – vika – adin (kru komplit)

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA

Untuk sampai ke batu itu kita harus menyeberangi air laut tenang setinggi lutut. Pelan-pelan ya… batu-batunya agak licin, hati-hati juga melangkah karena ada beberapa bulu babi yang lucuuu, terlihat jelas karena airnya jernih. Ada saat pasang dan ada saat surutnya, bila air mencapai setinggi pinggang sebaiknya buang jauh-jauh keinginan menyeberang ke batu layar, karena airnya mengalir, dan bisa membawa kita ke laut.

     

Di belakang batu layar ada karang memanjang yang lumayan tinggi. Karang inilah yang menahan ombak besar dari laut sehingga tidak menyentuh batu layar. Coba aja lihat, sewaktu ombaknya menghajar karang, keren kaaaaannn?? Tapi jangan mendekat ke sana yaa… cukup dinikmati dari jauh aja. Pemandangan karang seperti ini ada yang lebih wah lagi di wisata sawarna ini, yaitu di Karang Teraje.

 

 

 

Hari menjelang sore, saatnya kita kembali untuk mandi bilasan di pantai Ciantir sebelum pulang. Semakin sore pantai ini malah semakin ramai, ombaknya semakin tinggi namun suara deburnya sudah tidak terlalu bergemuruh, mungkin karena bercampur dengan riuhnya pengunjung dan juga knalpot motor anak-anak touring.

Saat kita berpamitan untuk pulang ke jakarta, ibu Icah bilang

kok ke sawarna ngga pakai nginep? kan belum ke goa lalay, legon pari, karang teraje, karang beureum… kalau cuma pantai aja mah di pelabuhan ratu atau ancol kan ada.

Hmmm… seandainya si ibu tau bedanya suasana pantai di sini dengan pantai di tempat lain, pastinya dia akan sangat-sangat bersyukur tinggal di sawarna. Uuuuwwwhhh sawarna, we’ll miss u so much mmmmmuuuuaacchhh.